AS Telah Membohongi Dunia tentang Tragedi WTC 911

Pemimpin Kuba Fidel Castro menuding pemerintah AS telah berbohong

pada dunia tentang serangan 11 September. Sebuah artikelnya berjudul

“The Empire and Lies” menyatakan bahwa yang menghantam gedung

Pentagon adalah sebuah misil dan bukan pesawat terbang.

Castro mengungkapkan, cara pesawat menabrak dua menara kembar

World Trade Center di New York pada 11 September 2001 dan data-

data dari kotak hitam pesawat tidak sesuai dengan perhitungan pada

ahli matematika, ahli seismologi dan para pakar informasi serta para

ahli penghancur bangunan. Castro juga tidak percaya kalau pesawatlah

yang menabrak gedung Pentagon dan ia tidak percaya bahwa ada

penumpang pesawat yang tewas. “Hanya sebuah proyektil yang bisa

membuat gerakan geometris berupa lengkungan berbentuk elips yang

selama diduga sebagai pesawat, ” ujar Castro. :video

Ia mengingatkan kembali bahwa Kuba memberikan bantuan berupa

donor darah setelah tragedi 11 September terjadi. Ia menyesalkan

karena fakta kebohongan AS tidak pernah terungkap.

“Kita semua sudah dibohongi, begitu juga seluruh penghuni planet ini, “

tukas Castro.

Dalam artikelnya, Castro juga menyatakan bahwa aparat intelejen Kuba

sudah mengingatkan pejabat pemerintah akan adanya rencana

serangan, termasuk informasi tentang rencana serangan terhadap

Presiden Ronald Reagan. Tapi balasannya, AS malah membuat

berbagai plot untuk membunuh dirinya. (ln/presstv/ eramuslim)

(*) Polling di USA: Pemerintahan Bush Tahu Rencana Serangan 11

September

Polling yang dilakukan Press TV-Zogby Internasional menunjukkan,

hampir 43 responden dari Amerika Serikat meyakini bahwa pemerintah

AS sebenarnya tahu rencana serangan 11 September, tapi tidak

melakukan sesuatu untuk mencegahnya.

Dari jumlah 1006 responden dari seluruh AS yang disurvei, hanya 37, 5

persen yang menyatakan tidak setuju dengan keyakinan itu dan 4, 5

persen repsonden abstain.

Di antara responden terdapat sejumlah anggota militer AS dan hasil

survei menunjukkan 44 persen di antara mereka juga yakin bahwa

pemerintah AS tahu rencana serangan 11 September dan hanya 37, 2

persen yang tidak setuju dengan pendapat itu.

Hasil polling juga menunjukkan bahwa mayoritas responden di AS atau

sekitar 56, 3 persen, termasuk responden dari kalangan tentara AS

mendukung analisa yang menyebutkan bahwa pemerintahan Bush telah

memanfaatkan serangan 11 September untuk mewujudan agenda-

agenda politiknya, terutama di Timur Tengah. Dan hanya 27, 1 persen

responden yang menyatakan tidak sepakat dengan analisa itu. (ln/

presstv/eramuslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s